Jumat, 31 Desember 2010

Merayakan Tahun Baru Masehi Menurut Islam. Boleh nggak ya?

Merayakan Tahun Baru Masehi Menurut Islam. Boleh nggak ya?

Ok Friends :) kali ini aku mau mengulas mengenai Merayakan Tahun Baru Masehi Menurut Islam.

Yak, Tahun Baru Masehi, identik dengan peniupan terompet di detik detik menuju tahun baru, jalan jalan bareng pacar, pesta kembang api, ngadain wayangan semalam suntuk , begadangan sampe pagi. Dzikir menjelang Tahun Baru. Nah mungkin, ”mungkin” lo ya, umat muslim di sebagian daerah menganggap dzikir sebagai hal yang wajar wajar saja. Tapi ternyata aku juga baru tahu loh, kalo misalnya itu dikhususkan untuk menyambut Tahun Baru masehi ternyata hukumnya nggak boleh alias Haram. Karena itu termasuk Bid’ah. Ya kan? Soalnya Rosulullah nggak pernah ngerayain tahun Baru Masehi dengan cara seperti itu.

Well, oke sebenernya menurutku. Menurutku lo ya jangan mbantah dulu. Menyambut si boleh Cuma tergantung niat kita sendiri. Toh begini lo teman teman

Tahun baru masehi itu kan bukan bagian dari hari Raya besar kita, kayak hari Jum’at , Idul Fitri , Idul Adha. Ya kan? Jadi sebaiknya menurutku kita nggak ikut merayakan Tahun Baru Masehi itu.. yang di khawatirkan adalah, kalo kita ngerayain Tahun Baru Masehi itu dengan cara Berduaan gitu -,- biasanya kan di tempat yang campur cewek cowok gitu kan :O mungkin kalo di awal niatnya baik siapa yang tau kalo akhirnya nanti ada setan lewat ”sliweeer” gitu terus nanti jadi.... Naudzubillahimindzalik :|

Nah teman teman. Kalian tahu Rosulullah SAW kan? Beliau bersabda “Tunaikan nadzarmu, karena sesungguhnya tidak boleh melaksanakan nadzar dalam maksiat terhadap Allah dan dalam hal yang tidak dimiliki oleh anak Adam”. (Hadits Riwayat Abu Daud dengan sanad yang sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim)




Hadist tersebut memberi tahu kepada kita bahwasannya kalau kita tidak boleh bernadzar (ex : menyembelih hewan) di tempat yang bertepatan dengan tempat untuk digunakan menyembah selain Allah. Itu nanti sama aja kita membantu mereka mengagungkan syi’ar-syi’ar kekufuran. :O Perbuatan ini juga menyerupai perbuatan mereka dan menjadi sarana yang mengantarkan kepada syirik. Apalagi ikut merayakan hari raya mereka, maka di dalamnya terdapat wala’ (loyalitas) dan dukungan dalam menghidupkan syi’ar-syi’ar kekufuran. Akibat paling berbahaya yang timbul karena berwala’ terhadap orang kafir adalah tumbuhnya rasa cinta dan ikatan batin kepada orang-orang kafir sehingga dapat menghapuskan keimanan. MasyaAllah :O

Well jelas kan? :)
Terus lagi nih yang ditakutin kita nanti bisa

  • Merupakan salah satu bentuk menyerupaidengan orang-orang kafir yang telah dilarang oleh Rasulullah Muhammad SAW.
  • Melakukan amal ketaatan seperti dzikir, membaca Al Qur’an, dan sebagainya yang dikhususkan menyambut malam tahun baru adalah pebuatan bid’ah yang menyesatkan. -,- ckckck
  • campur baur antara pria dan wanita seperti yang kita lihat pada hampir seluruh perayaan malam tahun baru bahkan sampai terjerumus pada perbuatan zina, Na’udzubillahi min dzaalik :o
  • Pemborosan harta kaum muslimin, karena uang yang mereka keluarkan untuk merayakannya (membeli makanan, bagi-bagi kado, meniup terompet dan lain sebagainya) adalah sia-sia di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.
Dan masih banyak akibat lain yang bisa ditimbulkan karna melakukan hal tersebut :|

Nah ini sedikit dari yang saya tau ttg merayakan tahun baru masehi :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


ShoutMix chat widget

.:: Google Translate ::.

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Popular Posts

.:: News Online ::.